Membaca judul diatas yang terbayang sebuah pembunuhan sadis yang tidak dilakukan oleh satu orang tetapi oleh sebuah kelompok ke kelompok lain dimana aroma darah dari pembunuhan itu berceceran di tempat kejadian.Kekalahan Tine Baun atas Wang Lin di analogikan seperti pembantaian seperti itu.

Ratu bulutangkis Eropa di dukung oleh penonton yang memenuhi Stade Pierre de Coubertin ternyata tidak dapat melakukan banyak hal seperti yang penonton lakukan. Tine dengan mudah ‘dibantai’ si cantik dari Tiongkok Wang Lin 21-11 21-8. Angka yang sangat mencolok bagi juara All England 2010 dibanding Wang Lin yang terakhir merasakan gelar internasional pada akhir tahun 2008 saat di Denmark dan France.

Pada set pertama Wang Lin tidak memberikan Tine untuk berkembang, serangan-serangannya membuat Tine melakukan banyak kesalahan sendiri dan pastinya menguntungkan untuk Wang Lin. Dengan kostum seperti duster ungu Wang Lin terus menambah poin dengan tidak pernah tersentuh perolehan poinnya oleh Tine. Dengan sekali game poin Wang Lin menutup set ini dengan 21-11, sebuah angka yang sangat telak untuk lawan seperti Tine.

Di awal set kedua Tine menigkatkan serangannya saling mengejar poin sering terjadi di awal set ini. Tetapi hanya 2 poin pertama dan seterusnya Wang Lin selalu unggul dalam perolehan poin. Wang Lin hampir selalu teriak jika mendapat poin untuk menambah kepercayaan dirinya karena dia tau Tine banyak pendukungnya dan itu sangat mengganggu mentalnya.  Mulai 11-8 Wang Lin tidak memberikan kesempatan kepada Tine Baun. Akhirnya set ini berakhir dengan angka yang lebih telak yaitu 21-8.

All Beautiful Final Gagal Terjadi

Wang Lin yang sudah terlebih dahulu mendapat tiket final harus berhadapan dengan Wang Xin dan ini gagal menciptakan All Beautiful Final karena untuk mencapai ini Wang Shixian lah yang harus masuk final . Wang Shixian harus menyerah dalam pertarungan tiga game 19-21 21-11 16-21.

Hasil statistik selama kejuaraan dunia berlangsung Wang Lin belum pernah kehilangan satu set pun sedankan Wang Xin kehilangan set saat bertemu Wang Shixian. Rekor pertemuan di level internasional 1-1 tetapi pertemuan terakhir saat liga di China Wang Lin unggul. Kemungkinan yang menjadi juara masi sangat sulit diprediksi karena keduanya pemain yang baik.

Wang Lin berhasil memperbaiki prestasi tahun lalu yang hanya menjadi semifinalist dan semoga tahun ini Wang Lin bukan hanya menjadi finalist tapi menjadi Juaranya walaupun gagal terjadi pertandingan ‘menarik’ .

VS

Real Final (All Beautiful Final)